Dewasa ini, isu isu tentang bagaimana keadaan yang terjadi di Indonesia sudah seperti makanan sehari hari di kuping masyarakat di Indonesia. Dari yang positif sampai yang negative sekalipun. Namun sudah biasa memang, jika kita membahas Indonesia, mayoritas orang berkata yang negative. Itu hal yang biasa, dilihat dari fakta fakta kebanyakan. Jika ditelusuri akar dari segala kenegatifan tersebut terdapat kebiasaan yang suka membiasakan hal yang biasa. “ah g papa, dulu kan bapak juga suka kayak gt”, "ah biarin aja kan kakek-kakek kita juga ngajarin kayak gitu",”ah biarlah, tinggal di bayar semua selesai” dan lain lain. Sangat lah tragis memang, bangsa ini sudah terbiasa dengan segala hal yang biasa tersebut tanpa memikirkan kebenaran didalam nya. Manusia diangerahi tuhan pemikiran agar selalu mampu memperoleh solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Namun kadang sebagai manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita terjebak dalam situasi yang sesungguhnya menuntut kita untuk senantiasa berfikir kritis. Kebiasaan merupakan elemen yang secara sistemik mampu menumpulkan pemikiran kita. Dalam hal ini kebiasaan yang sudah melembaga atau kebiasaan yang diikuti untuk dipatuhi oleh banyak orang. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah kebiasaan-kebiasaan yang salah seolah-olah menjadi benar karena lazim dipraktekan oleh banyak orang.