Rabu, 28 Desember 2011

HAM DAN ANAK INDONESIA



1.                 Anak Indonesia danjalanan
Lampu merah, kolong jembatan, dan tempat-tempat lainnya banyak sekali di temukan anak-anak dengan usia yang seharusnya bermain-main dan mengenyam pendidikan malah justru bekerja demi membantu keluarganya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagian dari mereka ada yang bekerja karena paksaan keluarga dan ada juga karena kemauan dari diri sendiri dikarenakan lingkungannya yang memang banyak yang berprofesi sama. Dan sebagiannya lagi adalah anak-anak yang di culik dan dijadikan pekerja. Anak-anak tersebut biasanya mengemis, ngamen, dan lain sebagainya.

Photo Esay

 Sumber: google.co.id
simbol mahasiswa
 Sumber: google.co.id
Mahasiswa Berdiskusi
 Sumber: google.co.id
Aksi Mahasiswa
 Sumber: google.co.id
Bantuan untuk mahasiswa

Negaraku,..Harga diriku,...


Negaraku,…Harga diriku,….

Besarnya sebuah negeri layaknya diikuti besarnya sebuah tanggung jawab yang harus di pikul demi menjaga keutuhan dan kesatuan dari negari tersebut. Seperti yang kita ketahui , Indonesia merupakan Negara yang begitu besardan begitu luas. Wilayahnya pun begitu luas dan membentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan wilayah yang begitu besar itu pula tentunya Indonesia juga memiliki penduduk yang begitu banyak jumlahnya. Kabar terakhir yang dapat di himpun penduduk Indonesia sduah mencapai 2 Miliyar lebih. Tidak pula banyak dalam hal pulau dan penduduk, Indonesia juga mempunyai begitu banyak budaya dan kesenian.

Minggu, 25 Desember 2011

Membenarkan yang biasa vs membiasakan yang benar Indonesia yang mana??


Dewasa ini, isu isu tentang bagaimana keadaan yang terjadi di Indonesia sudah seperti makanan sehari hari di kuping masyarakat di Indonesia. Dari yang positif sampai yang negative sekalipun. Namun sudah biasa memang, jika kita membahas Indonesia, mayoritas orang berkata yang negative. Itu hal yang biasa, dilihat dari fakta fakta kebanyakan. Jika ditelusuri akar dari segala kenegatifan tersebut terdapat kebiasaan yang suka membiasakan hal yang biasa. “ah g papa, dulu kan bapak juga suka kayak gt”, "ah biarin aja kan kakek-kakek kita juga ngajarin kayak gitu",”ah biarlah, tinggal di bayar semua selesai” dan lain lain. Sangat lah tragis memang, bangsa ini sudah terbiasa dengan segala hal yang biasa tersebut tanpa memikirkan kebenaran didalam nya. Manusia diangerahi tuhan pemikiran agar selalu mampu memperoleh solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Namun kadang sebagai manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita terjebak dalam situasi yang sesungguhnya menuntut kita untuk senantiasa berfikir kritis. Kebiasaan merupakan elemen yang secara sistemik mampu menumpulkan pemikiran kita. Dalam hal ini kebiasaan yang sudah melembaga atau kebiasaan yang diikuti untuk dipatuhi oleh banyak orang. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah kebiasaan-kebiasaan yang salah seolah-olah menjadi benar karena lazim dipraktekan oleh banyak orang.

Mafia hukum di Indonesia “abadi tuk selamanya”

Penegakan hukum di Indonesia tidaklah berjalan dengan semestinya dikarenakan hukum hanya ampuh pada rakyat jelata saja. Jika kita amati beragam peristiwa, kasus tebang pilih hukum sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat. Ketidakadilan akan hukum membuat masyarakat apatis-ria dibuatnya. Contohnya, baru-baru ini kita mendengar atau melihat dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 32 ayat 2 disebutkan :

Selasa, 06 Desember 2011

identitas nasional


Identitas nasional
Oleh: audy himawan
Dewasa ini banyak sekali kebudayaan-kebudayaan yang mencerminkan identitas nasional bangsa Indonesia yang berhasil direbut  atau di klaim oleh bangsa lain, seperti negara tetangga kita malaysia yang telah mengklaim bahwa batik, tari pendet dan masih banyak lagi, sebagai kebudayaan mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu kita semua pasti bertanya-tanya, mengapa bangsa kita bangsa Indonesia yang sebesar ini bisa bertekuk lutut oleh negara yang notabene nya adalah negara yang baru merdeka sebab kita terlebih dahulu merdeka dibandingkan mereka, dalam kasus ini adalah diklaim nya budaya-budaya yang kita miliki. 

wawasan nusantara dan ke wilayah an nusantara


Wawasan Nusantara Dan Kewilayahan Negara
Oleh: Audy Himawan

Mungkin sebagian besar orang mengetahui tentang pulau sipadan dan ligitan, yang berhasil di klaim oleh Negara tetangga Malaysia, dengan kemenangan di jalur mahkamah internasional PBB yang memenangkan Malaysia atas kedua pulau tersebut. Hal ini menjadi bukti lemahnya pengawasan wilayah-wilayah terluar Indonesia yang berbatasan dengan Negara lain. Memang Indonesia ini memiliki wilayah yang sangat luas yang membentang dari Sabang sampai Merauke, bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk terus-menerus selama 24 jam menjaga wilayah-wilayah luar territorial Indonesia tersebut.